Selamat Datang Di Web Pribadi Asep Sobara

Web ini berisi tentang pengalaman-pengalaman pribadi, yang sebenarnya sih biasa-biasa dan tidak ada kelebihannya sedikitpun. namun dengan adanya blog pribadi ini setidak-tidaknya saya bisa menumpahkan dan mengumpulkan pengalaman-pengalaman masa lalu yang mungkin berkesan bagi saya sendiri.
Wassalam,
Asobara

Senin, 12 Januari 2009

SMA Pasundan 1 Bandung

Aku masuk ke sekolah ini tahun 1980, untuk urusan disiplin Sekolah ini nomor dua setelah SMA BPI (katanya...), lokasi sekolah ini di Jl. Balonggede (dulu sih belakang Bioskop DIAN) Alun-alun Bandung.
Seingat saya kalau kita kesiangan untuk masuk kelas, maka gerbang sekolah sudah ditutup, dan mengikuti Pramuka sepertinya wajib deh...
Ada temanku Erid Ridwan yang sekarang bekerja di KOPEGTEL Bandung, Risman Wibisana di Hotel Savoy Homan, Amung (Telkom) dan Ganjar (Arsitek).
Biasanya tiap pulang sekolah aku suka nebeng Vespa temanku Risman, lumayan lah buat ngirit ongkos daripada naik biskota. kadang-kadang aku juga main ke rumahnya sambil dengerin lagu "Iting" yang berjudul "Sentir Tua" ada yang masih punya kasetnya nggak yah?
Kadang-kadang kami juga nongkrong di rumah Erid bahkan aku dan Risman sering nginap dirumahnya. seperti biasa lah sekedar belajar bersama malah ngobrolnya yang lebih banyak.

Kelompok Musik Emperan

Group trio ini yang ngasih nama adalah teman saya "Asep Sayagiri" dia anak SMA Negeri 9.
Aku bertiga dengan Asep Sayagiri dan Juliman semua bernyanyi sambil merangkap memainkan gitar.

Dan biasanya yang kami bawakan adalah lagu-lagu Bimbo dan Iwan Abdulrahman seperti lagu :
1. Balada Seorang Kelana BIMBO
2. Lailatul Qodar
3. Seribu Mil Lebih Sedepa

Kami main cuma dalam rangka Agustusan dan Acara Lailatul Qadar di Mesjid ITT Bandung, tapi kadang-kadang main juga di Kantor Ibuku yang di PERUMTEL (sekarang Telkom).

Sanggar Musik Bandung

Ini adalah nama sekolah musik yang lokasi sama sekali aku lupa yang jelas di daerah Bandung selatan, tapi ada kenangan khusus mengenai sekolah musik ini, dimana aku pernah melanjutkan kursus gitar klasik sampai satu setengah tahun lamanya.

Pertama masuk seperti biasa ada kira-kira 20 orang. dengan diajari instruktur aku mulai belajar not demi not, kebetulan aku agak lancar karena pernah belajar di Gelanggang Remaja selama kurang lebih 5 bulan.

Instruktur kami adalah pak Iwan kalau nggak salah dia Sarjana Musik dari IKIP tapi jago sekali untuk urusan gitar klasik, sampai buku musiknyapun satu lemari (kata temen yang pernah lihat).

Untuk urusan biaya kursus Rp. 3.000,- /bulan untuk waktu itu sekitar tahun 1981 termasuk lumayan mahal, tapi enaknya untuk buku latihan dan gitar disediain disana.

Satu kemudian murid pak Iwan tinggal kira-kira 5 orang dan akhirnya tinggal aku dan temenku tapi namanya lupa, ketika ada murid-murid baru akupun pernah menjadi assisten pak Iwan, ngajr gitar klasik tingkat dasar dengan imbalan bayaran kursus gratis.

Waktu itu temanku sudah bisa memainkan lagu "Asturias ciptaan Isac Albenic" Aku baru lagu "Recuerdos de la Alhambra ciptaan Fransisco Tarrega", emang susah nyusul temenku yang tinggal sendiri ini, abis dia jago sih.

Ketika aku mau ujian SMA, dengan terpaksa aku keluar karena sebentar lagi akan ujian, sampai sekarang aku nggak tahu apakah Sanggar Musik Bandung masih ada, apa enggak ya?

Jumat, 09 Januari 2009

Gelanggang Remaja

Sewaktu aku kelas III SMP, Permainan gitarku agak lancar lah dikit walupun gitarnya kadang-kadang masih pinjam.
Teringat temanku Tedja yang jago gitar klasik, akupun pingin belajar secara resmi lah meskipun biayanya agak mahal.
Aku datang Ke Gelanggang Remaja Bandung di Jalan Merdeka untuk daftar kursus gitar klasik, bayarnya mahal sekali Rp. 1.500,- kalau nggak salah.
Disini aku diperkenalkan Partitur dan cara membacanya, mungkin selama lima bulan aku kursus gitar disini, setelah itu aku keluar karena sebentar lagi ujian SMP.

Belajar Gitar

Ketika aku kelas II SMP, ada tetanggaku namanya "A Nunu" dia sudah punya gitar dan bisa main gitar. Selain tetanggaku dia juga kakak kelasku di SMP Negeri XIV.
Ingat waktu diajarin cuma 5 chord yaitu A minor, D Minor, G, C dan E..
Lagunya lagu "Ranjang Pengantin" Farid Hardja.. walaupun baru satu lagu diajarin aku bangga sekali, walaupun jari-jemariku sedikit bengkak-bengkak abis pertama kali sih pegang gitar.
Lagu kedua lagu "Perjalanan" Franky and Jane, mulai agak sulit deh soalnya ada chord F dan Bes nya jadi aku bingung deh deh, tapi akhirnya terbiasa juga.
Saya nggak tahu sekarang "A Nunu" atau Handri Nugraha ada dimana? kabar terakhir katanya di Telkom Banjar....!
Hatur Nuhun.....a Nunu

Sepedaku Patah

Sewaktu sepedaku jarang aku pakai, tiba-tiba temen-temen ngajak main sepeda. Nggak jauh sih cuma ke Taman Makam Pahlawan Cikutra.
Kenapa kami seneng main kesana karena di sana ada kolam gratis, yaitu kolam taman, yang warnanya sedikit kuning keruh dan nggak tembus pandang, tapi karena gratis kami seneng main kesini walaupun kadang-kadang dikejar petugas taman (lagian iseng amat..!)
Abis mau berenang di Karang Setra nggak punya duit sih, jauh lagi.
Sewaktu pulang kita bersepeda kira-kira ada empat sepeda, kita main jemping-jempingan di jalan yang baru dibikin (sekarang jalan Surapati Cicaheum), nah was waktu bagian sepedaku loncat tiba-tiba patah garpu depannya...ya udah pulang sepeda nggak bisa dinaikin, meskipun cape aku tenteng sampai rumah....

SMP Negeri XIV Bandung

Aku masuk SMP XIV ini sekitar tahun 1977, yah kira-kira usia ku 13an lah. Jarak dari tempatku kira-kira 2 kiloan lah, lumayan kalau jalan kaki cape juga... apalagi kalau sekolah siang udah panas, haus lagi maklum jalan kaki, abis bagaimana mau naik angkot muter-muter dulu, jadi jauh lah.
Aku kenal dengan Asep Sayagiri di SMP ini, cuma dia kelas F kalau nggak salah sedangkan aku kelas H atau kelas I ( lupa deh maklum udah tua).
Sewaktu aku kelas II, selagi jajan baso di pojok sekolah ada seorang murid namanya Tedja dia bawa gitar ke sekolah lalu dia main gitar klasik lagunya kalau nggak salah Romance Diamor atau apa yah pokoknya lagu klasik, aku sangat terpukau... (kok satu buah gitar bisa jadi sebuah orkestra) dari saya ada keinginan untuk belajar gitar seperti dia, tapi dimana ya..?
Dua Tahun berlalu akupun naik ke kelas III, Pas aku pulang ke rumah Ibuku membelikan sepeda baru betapa senangnya aku (terima kasih bu).. Sekarang aku tidak kelelahan lagi jalan 2 kilo karena ada sepeda baru, hari demi hari kupakai sepedaku...
Hingga suatu saat sadel sepedaku ada yang nyobek lumayan besar, kayaknya sih pakai cutter, iseng banget itu orang, setelah itu sepedaku nggak dibawa lagi ke sekolah.
Sebenarnya di sekolah ini aku termasuk tim grup paduan suara, waktu itu gurunya bernama Ibu Tien (bukan Ibu Tien Soeharto yah) karena mau lomba paduan suara kamipun berlatih yang lagunya "Katak Lompat" dan "Erkata Bedil".